05 January 2013

Pengertian Kognitife


A.    Ranah Kognitife
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir, termasuk didalamnya kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan kemampuan mengevaluasi. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam aspek atau jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi.
1.      Pengetahuan (knowledge)
Tipe hasil pengetahuan termasuk kognitif tingkat rendah. Namun, tipe hasil belajar ini menjadi prasyarat bagi tipe hasil belajar yang berikutnya. Hal ini berlaku bagi semua bidang studi pelajaran. Misalnya hafal suatu rumus akan menyebabkan paham bagaimana mengguankan rumus tersebut; hafal kata-kata akan memudahkan dalam membuat kalimat.


2.      Pemahaman 
Pemahaman dapat dilihat dari kemampuan individu dalam menjelaskan sesuatu masalah atau pertanyaan.

3.      Aplikasi 
Aplikasi adalah penggunaan abstraksi pada situasi kongkret atau situasi khusus. Abstraksi tersebut mungkin berupa ide, teori, atau petunjuk teknis. Menerapkan abstraksi ke dalam situasi baru disebut aplikasi. Mengulang-ulang menerapkannya pada situasi lama akan beralih menjadi pengetahuan hafalan atau keterampilan.

4.      Analisis 
Analisis adalah usaha memilih suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hierarkinya dan atau susunannya. Analisis merupakan kecakapan yang kompleks, yang memanfaatkan kecakapan dari ketiga tipe sebelumnya.

5.      Sintesis
Penyatuan unsur-unsur atau bagian-bagian ke dalam bentuk menyeluruh disebut sintesis. Berpikir sintesis adalah berpikir divergen dimana menyatukan unsur-unsur menjadi integritas.

6.      Evaluasi
Evaluasi adalah pemberian keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan, gagasan, cara kerja, pemecahan metode, dll.

B.     Tahap Perkembangan Kognitif
Menurut piaget, perkembangan kognitif seseorang mengikuti tahap-tahap sebagai berikut:
a)      Tahap pertama : Masa sensori motor (0,0-2,5 tahun)
b)      Tahap kedua : Masa pra-operasional (2,0-7,0 tahun)
c)      Tahap ketiga : Masa konkret operasional (7,0-11,0 tahun)
d)     Tahap keempat : Masa operasional (11,0-dewasa).
Proses belajar yang dialami seorang anak pada tahap sensori motor tentu lain dengan yang dialami seorang anak yang sudah mencapai tahap kedua (pra operasional) dan lain lagi yang dialami siswa lain yang telah sampai ke tahap yang lebih tinggi. Secara umum, semakin tinggi tingkat kognitif seseorang semakin teratur cara berfikirnya.

C.    Tingkatan Kognitif
Dalam klasifikasi taksonominya Bloom mengemukakan enam tingkatan kognitif meliputi:
a)      Pengetahuan (mengingat, menghafal);
b)      Pemahaman (menginterprestasikan);
c)      Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecahkan suatu   
d)     masalah);
e)      Analisis (menjabarkan suatu konsep);
f)       Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi suatu
g)      konsep utuh)
h)      Evaluasi (membandingkan nilai, ide, metode dan sebagainya).
Sedangkan menurut Daryanto tingkatan-tingkatan hasil belajar dalam kecakapan kognitif adalah
a)      Informasi non verbal
b)      Informasi faktor dan pengetahuan verbal
c)      Konsep dan prinsip
d)     Pemecahan masalah dan kreativitas
Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tingkatan hasil belajar dalam kecakapan kognitif yang pertama adalah memperoleh informasi atau pengetahuan yang selanjutnya dengan pengetahuan tersebut tercipta suatu konsep yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah.

D.    Hubungan  Media dengan Ranah Kognitif
Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami, menghafal, mengaplikasi, menganalisis, mensistesis dan kemampuan mengevaluasi. Menurut Taksonomi Bloom (Sax 1980), kemampuan kognitif adalah kemampuan berfikir secara hirarki yang terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.
Pada tingkat pengetahuan, peserta didik menjawab pertanyaan berdasarkan hafalan saja. Pada tingkat pemahaman peserta didik dituntut juntuk menyatakan masalah dengan kata-katanya sendiri, memberi contoh suatu konsep atau prinsip. Pada tingkat aplikasi, peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam situasi yang baru. Pada tingkat analisis, peserta didik diminta untuk untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat serta menemukan hubungan sebab akibat. Pada tingkat sintesis, peserta didik dituntut untuk menghasilkan suatu cerita, komposisi, hipotesis atau teorinya sendiri dan mensintesiskan pengetahuannya. Pada tingkat evaluasi, peserta didik mengevaluasi informasi seperti bukti, sejarah, editorial, teori-teori yang termasuk di dalamnya judgement terhadap hasil analisis untuk membuat kebijakan.
Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut.
Dengan demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi.



0 komentar: